Perkembangan perpustakaan berbasis komunitas : Studi kasus pada rumah cahaya, Melati taman baca dan Kedai baca Sanggar Barudak

Septiana, Ratri Indah Perkembangan perpustakaan berbasis komunitas : Studi kasus pada rumah cahaya, Melati taman baca dan Kedai baca Sanggar Barudak., 2007 BA thesis thesis, University of Indonesia (Indonesia). [Thesis]

[img]
Preview
PDF
Skripsi_Ratri_pdf.pdf

Download (1126Kb) | Preview

English abstract

(The Growth of Community-based Library: a case study of Rumah Cahaya, Melati taman baca and Kedai baca Sanggar Barudak.) The title of this study is "The Growth of Community-based Library: a case study of Rumah Cahaya, Melati taman baca and Kedai baca Sanggar Barudak". This thesis is focused on the existence of community-based libraries that have developed more and more in the last five years, even though the government has already established public libraries for the people. The goal of this research is to describe the goals and reasons for setting up community-based libraries, including the background for setting them up, the function, values and norms which they are spreading in the community, and the obstacles that they have experienced. The kind of research used is descriptive research in the form of case studies, interviews and observation. A purposeful sample was determined, with 9 informants which were all the initiators of community libraries, volunteers and caretakers of community-based libraries, as well as users of community-based libraries. The research findings show that the existence of community-based libraries was caused by several factors, including disappointment towards the public libraries in terms of quantity and quality. The number of public libraries is not adequate for the number of inhabitants, the information needs of the community, and the quality of service is far from satisfactory. Apart from this factor, another factor which influences the development of community-based libraries is that they become a place to pursue the vision and mission of a certain community, so that there is teaching of values and norms in the library which is appropriate to the vision and mission of community in question. The development of community-based libraries today is quite a significant phenomenon, and this shows that the libraries are well received among the community. There are several positive effects shown both by the users and the volunteers in the library. Usually the obstacles or difficulties that the community-based libraries meet are the lack of money, human resources, and the difficulty of finding a strategic location for the library. The advice for community-based libraries is to work together with relevant government/city departments, as well as public libraries, increase the commitment of volunteers, and develop the libraries so that they can survive and increase the quality of the community through a program of development and empowerment of the community.

Indonesian abstract

Ratri Indah Septiana. Perkembangan Perpustakaan Berbasis Komunitas: Studi Kasus Pada Rumah Cahaya, Melati Taman Baca dan Kedai Baca Sanggar Barudak. (Di bawah bimbingan Ibu Laksmi, S.S, M.A.). Jakarta: Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, FIB-UI. 2007. Judul penelitian ini adalah “Perkembangan Perpustakaan Berbasis Komunitas: Studi Kasus Pada Rumah Cahaya, Melati Taman Baca dan Kedai Baca Sanggar Barudak”. Permasalahan yang muncul pada penelitian ini adalah keberadaan perpustakaan berbasis komunitas yang semakin berkembang dalam kurun 5 tahun terakhir, sedangkan pemerintah sudah mendirikan perpustakaan umum yang ditujukan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan tujuan dan alasan pendirian perpustakaan berbasis komunitas, termasuk di dalamnya latar belakang pendirian, fungsi, nilai dan norma yang ditanamkan kepada masyarakat, serta hambatan yang dialami. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif berbentuk studi kasus dengan pendekatan kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Penentuan sampel dilakukan secara purposif dengan jumlah sampel sebanyak 9 (sembilan) orang informan yaitu pendiri perpustakaan berbasis komunitas, sukarelawan dan pengurus perpustakaan berbasis komunitas serta pengguna perpustakaan berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadirnya perpustakaan berbasis komunitas disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya adalah kekecewaan terhadap perpustakaan umum secara kuantitas dan kualitas. Jumlah perpustakaan umum tidak sebanding dengan jumlah penduduk dan kebutuhan informasi masyarakat dan kualitas jasa dan layanan perpustakaan jauh dari memuaskan. Selain faktor tersebut, faktor lainnya yang turut berpengaruh terhadap perkembangan perpustakaan berbasis komunitas adalah perpustakaan dijadikan sebagai wadah untuk menjalankan visi dan misi sebuah komunitas tertentu. Sehingga ada penanaman nilai dan norma dalam perpustakaan yang disesuaikan dengan visi dan misi komunitas tersebut. Perkembangan perpustakaan berbasis komunitas saat ini cukup pesat, hal tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan diterima dengan baik oleh masyarakat. Berbagai dampak positif ditunjukkan oleh baik pengguna maupun para sukarelawan perpustakaan. Pada umumnya kendala atau kesulitan yang dihadapi oleh perpustakaan berbasis komunitas adalah minimnya dana, sumber daya manusia dan sulitnya mendapatkan lokasi perpustakaan yang strategis. Dengan demikian saran untuk perpustakaan berbasis komunitas adalah bekerjasama dengan lembaga terkait maupun perpustakaan umum atau daerah, meningkatkan komitmen antara sukarelawan, dan mengadakan pengembangan perpustakaan agar dapat mempertahankan eksistensi dan dapat meningkatkan kualitas masyarakat melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Item type: Thesis (UNSPECIFIED)
Keywords: community libraries, indonesia, alternative libraries, case studies
Subjects: D. Libraries as physical collections. > DG. Private libraries.
D. Libraries as physical collections. > DH. Special libraries.
C. Users, literacy and reading. > CC. User categories: children, young people, social groups.
C. Users, literacy and reading. > CE. Literacy.
Depositing user: Stian Haklev
Date deposited: 02 Nov 2007
Last modified: 02 Oct 2014 12:09
URI: http://hdl.handle.net/10760/10557

References

"SEEK" links will first look for possible matches inside E-LIS and query Google Scholar if no results are found.

Allred, John. 1995. “Libraries For the Community, “ Public Library Journal, 1 (10): 13-15.

Anuar, Hedwig. 1981. “The Public Library as Part of The National Information System,“ Public Library Policy: Proceeding of The IFLA/UNESCO Pressesion Seminar Lund, Sweden August 20-24 1979. Paris: K.G. Saur Munchen.

Barker, Harold dan Asmuss, Margret. “The Community Development Prosess”

http://homepage.eircom.net/~maloh/jillteck/Community%20Arts/page14.htm; diakses tanggal 14 Februari 2007.

Beem, C. 1999 The Necessity of Politics: reclaiming American public life, Chicago: University of Chicago Press. 311 + xiv pages.

Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bonneff, Marcel. 1998. Komik Indonesia. Jakarta: KPG

Campbell, H.C. 1982. Developing public library systems and services. Paris: UNESCO

Cohen, D. dan Prusak, L. 2001. In good company: how social capital makes organizations work. Boston, Ma.: Harvard Business School Press.

Colonial Office. 1958. Community Development: a handbook. London: HMSO.

Cookman, Noeleen. 2001. “Volunteers − a way of encouraging active community participation?,” The Library and Information Resarch News 25 (81): 8-10.

Crow, G. and Allan, G. 1994. Community Life: an introduction to local social relations. Hemel Hempstead: Harvester Wheatsheaf.

Evershed, Jane. “Community-Based Library” http://www.ideaccess.org/main.php?page=cbl#network; diakses tanggal 9 Maret 2007

Frazer, E. 1999 The Problem of Communitarian Politics: unity and conflict, Oxford: Oxford University Press.

112

Gulo, W. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Hadisewoyo, Soemarno. 1985. “Perpustakaan Umum Sebagai Lembaga Pendidikan Masyarakat dan Hubungannya dengan Pendidikan Formal,” Bulletin Bina Pustaka, 56 (10): 11-7.

Hoggett, P. 1997 Contested communities in P. Hoggett (ed.) Contested Communities: experiences, struggles, policies. Bristol: Policy Press.

IFLA. 1995. “UNESCO Public Library Manifesto 1994, “ IFLA Journal 21 (1).pp.66-68.

Irianta, Yosal. 2004. Community relations: konsep dan aplikasinya. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Kamil, Harkrisyati. 2003. “The Growth of Community Based-Library Services in Indonesia to Support Education” World Library and Information Congress: 69th IFLA General Conference and Council, Berlin August 1-9 2003. www.ifla.org.; diakses tanggal 14 Agustus 2006.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1999. Jakarta : Balai Pustaka.

Kontjaraningrat. 1993. Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Lesnussa, John. 1984. “8 Langkah Strategi Menjembatani Perpustakaan dengan Masyarakatnya di Indonesia, “ Pembimbing Pembaca, 6 (3) Juni: 286-271.

Midgley, J. 1995. Social Development: the developmental perspective in social welfare. London: Sage.

Miles, Matthew B. dan A. Michael Huberman. 1992. Analisis data kualitatif: buku sumber tentang metode-metode baru. Jakarta: UI Press.

Muchyidin, Ase. 1998. “Meningkatkan Layanan Informasi di Perpustakaan Umum, “ Dinamika Info dalam Era Global. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Murison, W.J. 1998. The Public Library: it’s origins, purpose and significance. 3rd ed. London: Clive Bingley.

Nasution, M. Sabirin. 1993. “Peranan Pustakawan Umum dalam Mencerdaskan Mayarakat, “ Hasil Kongres dan Seminar VI (Padang, 18-21 November 1992). Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Pustakawan Indonesia.

113

Nasution, Sudariyah. 1985. “Perkembangan Perpustakaan Umum Saat Tinggal Landas: prospektif pelayanan perpustakaan umum,” Pembimbing Pembaca, 7 (4) Juli: 344-5.

Pawit, M. Yusuf. 1991. Mengenal Dunia Perpustakaan dan Informasi. Bandung: Binacipta.

Pendit, Putu. 2002. “Perpustakaan Umum sebagai Modal Sosial untuk Menciptakan Inklusi Sosial” Rapat Koordinasi daerah Bidang Perpustakaan (Jayapura 30 Oktober 2002).

Puspitasari, Dewi. 2006. “Perpustakaan dan Minat Baca: dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan, 1 (I) Januari-Juni 2006: 19.

Putnam, R. D. 2000. Bowling Alone: the collapse and revival of American community. New York: Simon and Schuster.

Rochester, Maxine dan Willard, Patricia. 1998. “Community Organisation and Information: Result of a Study,” The Australian Library Journal, 47 (3) Agustus: 254-263.

Rohanda. 1987. “Mayarakat dan Perpustakaan,” Pembimbing Pembaca, 10 (6) Oktober: 10 27-30.

Rusmana, Agus. 1996 “Pemasyarakatan Perpustakaan dan Pemasaran Jasa” Prosiding Kongres VII Ikatan Pustakawan Indonesia dan Seminar Ilmiah Nasional Jakarta 20-23 November 1995 Jilid 2. Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Pustakawan Indonesia.

Sarwono, Koesdarini S. 1988. “Public Libraries in a Changing Society,” Public Library Policy: Proceeding of The IFLA/UNESCO Pressesion Seminar Lund, Sweden August 20-24 1979. Paris: K.G. Saur Munchen.

Sasmitahardja, Iwa D. 1988. “Langkah-Langkah Menuju Pelayanan Perpustakaan,” Pembimbing Pembaca, 9 (VII): 388-9.

Sevilla, Consuelo (et.al.). 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Sinaga, Dian. 2003. “Perpustakaan sebagai sumber informasi”, Warta Vol. VIII No.3. 30-33.

Sulistyo-Basuki. 2006. Metode penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra

Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar ilmu perpustakaan. Jakarta: Gramedia.

114

Totterdell, Barry. 1981. “Public Libraries in a Changing Society,” Public Library Policy: Proceeding of the IFLA / UNESCO Presession Seminar Lund, Sweeden August 20-24 1979. Paris: K.G. Saur Munchen.

Wenger, Etienne (et.al.). 2002. Cultivating communities of practice: a guide to managing knowledge. Boston: Harvard Business School Press.

Widodo, Ratna Udaya. 1991. “Majalah memasyarakatkan perpustakaan,” Buletin Ikatan Pustakawan Indonesia, 1 (4): 15-21.

The World Bank. 1999. “What is Sosial Capital?” PovertyNet http://www.worldbank.org/poverty/scapital/whatsc.htm.; diakses tanggal 3 Januari 2007.

Zandy, Heru. 2004. “Taman bacaan memotivasi siswa untuk belajar,” Kompas, Kamis, 9 September 2004. hal. 8


Actions (login required)

View Item View Item